BANYUASIN, ATIANEWS.COM – Kasus Dugaan Korupsi pembangunan jalan Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin sampai saat ini masih jalan ditempat. Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkesan lamban dan seolah tidak serius menangani kasus tersebut.
Hal ini, diungkapkan langsung oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Ekspres, Ismail Abdullah pada Rabu (18/12/2025). Menurutnya, kasus jalan retak dan berlubang ini bisa cepat tuntas jika laporan masyarakat benar-benar ditangani dengan baik.
“Menindaklanjuti laporan yang di sampaikan, pihak PUTR dan APH lamban dalam mengusut dugaan laporan perkerjaan di desa Lubuk Karet. Terutama di RT 7 yang jalannya berlubang dan banyak retak, bahkan patah di RT 8 dan 9,”ujarnya.
Menurut Ismail, Pemerintah dan APH jangan bertele-tele dalam menangani kasus ini, karena masyarakatlah yang lagi-lagi dirugikan dalam pembangunan jalan yang dikerjakan asal jadi dan ingin cepat selesai ini.
“Jalan ini kurang Pantauan dari PPK dan pengawasannya pun sangat mengecewakan. Pembangunan ini benar-benar asal jadi dan mau mencari keuntungannya pribadi,”ungkapnya.
Lanjut Ismail, masyarakat Lubuk Karet tidak akan tinggal diam! Mereka yakin bahwa pekerjaan ini dibekingi oleh orang yang berkuasa, sehingga tidak ada yang berani menyentuh. Demokrasi dan hukum di daerah ini dianggap hancur karena kekuasaan dapat dipermainkan.
“Kami menuntut agar pihak terkait segera mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku! Kami tidak akan diam melihat korupsi terus berlangsung,”tegasnya. (Redi)














